Membangun Kemandirian Energi: Kementerian ESDM dan Hanwha Ocean Selaraskan Langkah Strategis Teknologi SSLNG & Kepatuhan TKDN Nasional!
05 June 2026
JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS terus bergerak progresif demi mengawal masa depan energi tanah air. Langkah nyata ini dibuktikan lewat suksesnya penyelenggaraan workshop strategis bertajuk "Local Standard & TKDN Compliance" yang digelar di Jakarta pada tanggal 4–5 Juni 2026 kemarin.
Pertemuan intensif selama dua hari ini menjadi tonggak sejarah krusial (Clarification Milestone) dalam menguji kelayakan awal (Pre-Feasibility Study) penerapan teknologi baru pencairan gas alam berskala kecil (Small-Scale LNG / SSLNG) di Indonesia. Momentum ini sekaligus menjadi panggung verifikasi untuk memastikan bahwa proposal teknologi mutakhir yang dibawa oleh raksasa manufaktur asal Korea Selatan, Hanwha Ocean, wajib tunduk dan patuh pada regulasi serta standar industri lokal.
Dalam kesempatan tersebut, LEMIGAS menegaskan sikap tegas tanpa kompromi sesuai amanat Permenperin No. 35/2025 dan Permen ESDM No. 5/2021. Ditekankan bahwa skema investasi mandiri maupun metode pengerjaan mandiri (Self-EPC) oleh Hanwha Ocean sama sekali tidak mengecualikan kewajiban pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sektor hilir migas.
Untuk menyiasatinya, Kementerian ESDM mendorong formula hybrid localization—sebuah strategi cerdas untuk memaksimalkan seluruh potensi lokal mulai dari kapasitas rekayasa (engineering), konstruksi, fabrikasi pipa, hingga integrasi sistem utilitas dalam negeri, sementara impor hanya diizinkan untuk komponen inti kriogenik yang memang belum bisa diproduksi di tanah air.
Sinergi strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur industri dalam negeri melalui transfer teknologi kelas dunia. Pemanfaatan teknologi mutakhir yang dipadukan dengan komitmen optimalisasi potensi lokal diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional yang berkelanjutan.
Berita Lainnya
KUNJUNGAN UPER DALAM RANGKA KEGIATAN PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA
Kaji Ulang Manajemen Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP) Tahun 2025
LOMBA PEMADAMAN API MENGGUNAKAN APAR
B40 Telah Sampai Pada Tahap Uji Penggunaan Pada KAI
Sinergi LEMIGAS Dan Sucofindo, Langkah Awal Ciptakan Nilai Tambah Industri Energi Indonesia