Commissioning Pipeline Cisem II di Indramayu

06 June 2026
Commissioning Pipeline Cisem II di Indramayu

Indramayu, 6/6/2026  BBPMGB LEMIGAS menghadiri Seremonial Commissioning Pipeline Cisem II yang di buka oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menandai kesiapan operasional penuh Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur (Cisem II). Kesiapan ini di tandai dengan pembukaan aliran  gas secara Bersama dengan  PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT PGN Tbk di Stasiun Kandang Haur Timur (KHT), Jawa Barat.

Acara  ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman, Bersama dengan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono, Inspektur IV KESDM Bambang Utoro, Kepala Biro Keuangan Ari Gemini Parbinoto, Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham, Direktur Utama Pertagas Indra P. Sembiring, Kepala (Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi) BBPMGB LEMIGAS, perwakilan KSO Timas–Pratiwi selaku kontraktor pelaksana pembangunan Cisem II, serta PT Amythas selaku Konsultan Manajemen Konstruksi.

Pipa Cisem merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional. Pipa Cisem II dibangun dengan panjang sekitar 242 kilometer yang menghubungkan Batang, Jawa Tengah, hingga Kandang Haur Timur, Jawa Barat. Infrastruktur pipa ini dirancang untuk memperkuat jaringan transmisi gas bumi nasional dari Pulau Sumatera sampai Jawa.

Integrasi ini meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas dari berbagai sumber pasokan yang ada menuju pusat permintaan energi, memperkuat keandalan sistem, serta mendukung pemanfaatan gas bumi domestik secara lebih optimal guna memenuhi kebutuhan industri, pembangkit listrik, kilang, pupuk, dan sektor lainnya.

Sumber pasokan utama pada Pipa Cisem II pada tahap awal pengaliran gas berasal dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB). Kehadiran aliran gas dari JTB melalui interkoneksi terintegrasi ini diharapkan dapat langsung memacu produktivitas kawasan industri strategis, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Melalui beroperasinya Pipa Cisem II ini, Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk terus menjamin keandalan pasokan energi dengan membangun infrastruktur energi yang terintegrasi dan berkelanjutan guna memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Anda Memiliki Pertanyaan Lain Tentang LEMIGAS ?

Hubungi Kami