web statistics BLU PPPTMGB "LEMIGAS" - Kementerian ESDM RI
Rabu, 19 - 01 - 2022 Email ESDM
Pengujian Drone Hiperspektral sebagai Instrumen Bantu pada Kegiatan Survei Geologi
administrator   Berita   Create Time: 04-11-2021

Pengujian Drone Hiperspektral sebagai Instrumen Bantu pada Kegiatan Survei Geologi

Di tahun 2020 dan 2021 ini, Divisi Eksplorasi PPPTMGB “LEMIGAS” telah mengembangkan pemanfaatan citra multispektral dan hiperspektral untuk kepentingan eksplorasi migas, dan menjajagi kemungkinan memperluas cakupan ke bidang non-migas seperti pertambangan, geoteknik dan geotermal. Selama ini kegiatan survei Geologi konvensional dilakukan oleh para surveyor dengan menyusuri lembah, bukit, hutan dan gunung dengan berjalan kaki untuk mencari fenomena-fenomena Geologi. Hal ini tentunya memakan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit.

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan metode baru agar kegiatan survey geologi menjadi lebih efektif dan efisien. Gagasan dasarnya adalah memanfaatkan kamera multispektral dan hiperspektral yang diterbangkan dengan drone untuk merekam permukaan bumi. Citra hasil perekaman kemudian diolah untuk memetakan fenomena geologi. Dengan teknologi ini diharapkan proses survei geologi akan lebih cepat dan hemat, selain itu kondisi lapangan akan terdokumentasi dengan baik yang nantinya akan dapat bermanfaat sebagai data sekunder.

Di awal Oktober 2021, tim teknis penelitian ini melakukan pengujian drone hiperspektral di lapangan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, selama empat hari. Dalam pelaksanaannya tim didampingi oleh narasumber dari LIPI Geologi Karangsambung yaitu Bapak Ir. Chusni Ansori M.T. Sebagaimana diketahui bahwa Karangsambung merupakan kawasan cagar alam geologi yang kaya akan jenis batuan dan berbagai fenomena geologi. Pengujian ini dilakukan pada daerah aliran Sungai Gending di mana banyak terdapat singkapan batuan seperti Rijang, batu Basalt, lava Bantal, dll. Selain itu perekaman citra batuan juga dilakukan terhadap setidaknya 23 contoh batuan yang menjadi koleksi LIPI Geologi Karangsambung.

Citra-citra dari batuan contoh tersebut nantinya akan disimpan dalam database dan akan dijadikan acuan dalam kegiatan survei berikutnya. Apabila citra hiperspektral yang didapat di lapangan mempunyai karakter yang sama dengan citra hiperspektral dari contoh batuan tersebut, maka dapat dipastikan bahwa batuan tersebut adalah serupa. Semakin banyak contoh batuan yang direkam maka akan semakin lengkap perbendaharaan jenis batuan dalam database yang nantinya akan sangat bermanfaat pada interpretasi jenis batuan di kegiatan-kegiatan berikutnya.

Pengujian dilakukan dengan cara menerbangkan drone setinggi 60 hingga 100 meter dari permukaan tanah, tergantung dari kondisi di sekitarnya. Jika banyak pohon dan bukit, maka ketinggian dinaikkan untuk menghindari terjadinya kecelakaan penerbagan drone. Drone diterbangkan membentuk jalur sejajar dengan jarak antar jalur sekitar 20 meter. Dalam satu kali penerbangan, kekuatan baterai hanya mampu bertahan paling lama 20 menit. Selama 20 menit ini kamera hiperspektral dapat merekam citra dengan cakupan kurang lebih 15 hektar. Dengan memiliki 5 set baterai maka dalam satu hari LEMIGAS mampu merekam luasan hingga 75 hektar. Rencana ke depan, LEMIGAS ingin mencoba mengembangkan aplikasi teknologi tersebut pada bidang geotermal. Kamera hiperspektral dilengkapi dengan sensor termal sehingga berpeluang untuk dapat dimanfaatkan untuk kegiatan eksplorasi geotermal.