web statistics BBPMGB "LEMIGAS" - Kementerian ESDM RI
Senin, 28 - 11 - 2022 Email ESDM
Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Ke-13 Tahun 2022, BBPMGB LEMIGAS Terpilih Sebagai Salah Satu Kontributor dalam Seleksi Call For Paper
administrator   Berita   Create Time: 18-08-2022

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Ke-13 Tahun 2022, BBPMGB LEMIGAS Terpilih Sebagai Salah Satu Kontributor dalam Seleksi Call For Paper

Sebagai salah satu kegiatan nasional sinergis yang bertujuan dalam rangka berbagi pengetahuan, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Forum Perpustakaan Digital Indonesia dan Universitas Sebelas Maret mengadakan rangkaian kegiatan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) Ke-13 Tahun 2022. Konferensi yang mengusung tema “Revitalisasi Perpustakaan Digital dan Percepatan Transformasi Pengetahuan untuk Masyarakat Sejahtera” ini diselenggarakan selama tiga hari dimulai sejak Selasa (9/8) hingga Kamis (11/8) di The Sunan Hotel Solo.

Dalam konferensi tersebut, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) LEMIGAS diwakili oleh Himawanto terpilih sebagai salah satu pemakalah pada seleksi Call for Paper. Dalam sesi kompetisi ini, Himawanto mempresentasikan makalah yang berjudul “Kaum Perempuan Indonesia dalam Potret Akselerasi Sains Digital Internasional Covid-19”.

Pada makalahnya Himawanto menyampaikan hasil studi terhadap artikel ScienceDirect tahun 2021-2022 terkait akselerasi kinerja dan produktivitas ilmiah para peneliti perempuan Indonesia. Berdasarkan temuannya, tingkat akselerasi peneliti perempuan dari fase PSBB ke PPKM darurat mengalami transisi yang positif. Hal ini ditandai dengan adanya penurunan durasi editor semula 152.38 hari menjadi 97.75 hari. Sementara untuk proporsi editornya, dalam subjek Medicine mampu diselesaikan tidak sampai tiga bulan. Sehingga efek proporsi durasi editor yang dihasilkan pun kurang dari 12 hari.

Dalam level jurnal, Himawanto menyampaikan temuannya bahwa proporsi akselerasi waktu editor perempuan cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini mengisyaratkan masih terdapatnya sisa waktu yang bisa dimanfaatkan oleh para periset perempuan Indonesia untuk meningkatkan kontribusi ilmiahnya. Oleh sebab itu, sepanjang mereka menambah durasi waktu secara proporsional, maka perubahan positif pada produktivitas ilmiahnya pun akan terjadi.

Dalam situasi krisis pandemi dan tanpa mengesampingkan tugas domestik dalam keluarganya, para peneliti perempuan Indonesia dapat berpedoman pada temuan proporsi durasi editor sebagai ukuran kepantasan di penyelesaian diseminasi hasil riset menjadi produk sains internasional. (WP)