web statistics BLU PPPTMGB "LEMIGAS" - Kementerian ESDM RI
Rabu, 25 - 05 - 2022 Email ESDM
FGD Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Penetapan Ongkos Angkut dan Optimalisasi Distribusi FAME
administrator   Berita   Create Time: 20-12-2021

FGD Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Penetapan Ongkos Angkut dan Optimalisasi Distribusi FAME

Halo Sobat BLU,

Badan Layanan Umum PPPTMGB “LEMIGAS” saat ini sedang melakukan kegiatan kajian Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Penetapan Ongkos Angkut dan Optimalisasi Distribusi FAME. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE) dengan pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS). Pada tahun 2021 ini terdapat alokasi FAME sebesar 9,2 juta KL yang didistribusikan dari titik suplai BU BBN (berjumlah 22) ke 72 titik serah dari BU BBM (perusahaan BUBBM sebanyak 20). Dalam pendistribusiannya, penetapan Ongkos Angkut (OA) mengacu pada Kepmen ESDM No 182K/10/MEM/2020 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak. Secara teoritis kebutuhan rerata biaya Ongkos Angkut tahun 2021 diperoleh Rp382 per Liter, angka tersebut naik 21% terhadap nilai OA pada tahun 2020.

DJEBTKE dalam penetapan OA memerlukan Harga Perhitungan Sendiri (HPS) OA pada moda perpipaan, angkutan darat (truk) maupun angkutan laut (kapal) yang terstruktur dan memiliki formulasi. Pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) Penetapan Ongkos Angkut meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi HPS. Selanjutnya, hasil perhitungan HPS OA akan digunakan dalam optimalisasi biaya distribusi FAME menggunakan parameter volume alokasi yang telah ditetapkan dan jarak tempuh distribusi dari sumber pasokan ke titik serah suplai. Dengan demikian tata kelola proses distribusi FAME diharapkan akan semakin baik dan besaran OA menjadi lebih ekonomis dan efisien.

Dalam rangka mendapatkan masukan dari para stakeholder khususnya pelaku usaha baik BU BBN maupun BU Transporter, maka DJEBTKE dan tim kajian dari PPPTMGB “LEMIGAS” menyelenggaraakan FGD Penyusunan SOP Penetapan OA dan Optimalisasi Distribusi FAME di Hotel Grand Zuri, Serpong Selasa (1/12). Kegiatan FGD dibuka oleh Andriah Feby Misna selaku Direktur Bioenergi DJEBTKE dilanjutkan pemaparan oleh tim kajian mencakup subtansi Kerangka Konseptual Perhitungan OA FAME, Perhitungan OA Truk dan Perhitungan OA Kapal, dan pada akhir acara kegiatan ditutup oleh Edi Wibowo selaku Direktur Penyaluran Dana dari BPDP-KS. OA pengiriman FAME dapat dihitung menggunakan konsep total biaya (total cost) yang merupakan penjumlahan dari Biaya Tetap (Fixed Cost) dan Biaya Variable (Variable Cost). Tim kajian telah memetakan komponen biaya tetap maupun biaya variable baik Truk maupun Kapal, melakukan perhitungan dan analisis. Diperoleh hasil sementara bahwa nilai OA moda truk maupun kapal lebih rendah dari OA yang ditetapkan pada Kepmen secara rata-rata tertimbang yang dibobotkan dengan alokasi FAME per rute di tahun 2021.

Terhadap hasil tersebut, tim kajian akan menindaklanjuti dengan kegiatan diskusi secara langsung dengan para transporter untuk mengetahui secara spesifik bisnis pengangkutan yang dijalaninya sehingga dapat diketahui nilai kewajaran OA pada tiap-tiap rute. Hasil diskusi dengan transporter akan menjamin transparasi, mencerminkan situasi dan kondisi lapangan distribusi FAME di Indonesia.