web statistics BBPMGB "LEMIGAS" - Kementerian ESDM RI
Selasa, 28 - 06 - 2022 Email ESDM
Dimethyl Ether (DME); Potensi Pemanfaatan Sebagai Bahan Bakar dan Riset Integratif Pendukung
administrator   Berita   Create Time: 02-06-2022

Dimethyl Ether (DME); Potensi Pemanfaatan Sebagai Bahan Bakar  dan Riset Integratif Pendukung

Dimethyl Ether (DME) merupakan bahan bakar alternatif di Indonesia yang sangat berpotensi untuk diimplementasikan pada sektor rumah tangga untuk mengatasi masalah penyediaan LPG. Karakteristik nyala api yang dihasilkan DME pada sistem pembakaran diharapkan dapat setara atau mendekati LPG. Terdapat 2 (dua) opsi yang memungkinkan karakteristik nyala api DME mendekati atau setara dengan nyala api LPG, yaitu (1) tanpa mengubah desain burner, dapat digunakan campuran DME ke dalam LPG hingga persentase DME 23%; dan (2) mengubah atau memodifikasi burner yang ada sehingga dapat digunakan untuk bahan bakar DME 100%.

BBPMGB LEMIGAS turut serta dalam kesuksesan kinerja DME dengan mengadakan kajian dan penelitian yang dilakukan di Laboratorium Aplikasi Produk. Perjalanan panjang pengkajian dan penelitian penggunaan DME sebagai bahan bakar kompor sektor rumah tangga dan industri telah dilakukan sejak tahun 2009, diawali dengan kerja sama riset pemanfaatan DME dengan PT PERTAMINA (Persero) untuk mencari bahan bakar alternatif bagi LPG.

Terhitung dari 2009 hingga saat ini, LEMIGAS berperan aktif melakukan pengujian dan riset untuk mendukung pemanfaatan DME sebagai bahan bakar telah dilakukan secara intensif dan integratif, bersama dengan seluruh stakeholder yang terlibat, mulai dari produsen bahan bakar, industri kompor, industri tabung, industri selang dan regulator, dan industri pendukung lainnya. Salah satu catatan dari karakteristik DME dibandingkan dengan LPG adalah sifat DME sebagai pelarut (solvency). Karakteristik ini menyebabkan DME memiliki kompatibilitas khususnya terhadap material polimer dan elastomer yang berbeda dengan LPG. Pada aplikasi DME sebagai bahan bakar khususnya sektor rumah tangga, faktor kompatibilitas material ini harus diperhatikan karena terkait dengan aspek keselamatan pada seluruh proses penyimpanan dan penanganan, distribusi serta pemakaian di kompor. Balitbang ESDM telah melakukan riset terkait dengan kompatibilitas material dan telah melaporkan material yang kompatibel terhadap DME.

Selain sifat solvency, perbedaan DME dengan LPG tampak pada karakteristik nyala api. Untuk dapat mengaplikasikan secara luas pada penggunaan di kompor atau burner sektor rumah tangga dan sektor lain pengguna LPG, diperlukan kegiatan lanjutan yang berkaitan dengan optimasi pada desain konstruksi burner atau kompor. Desain burner yang optimum bagi DME diperlukan agar dapat menghasilkan kinerja yang setara dengan burner LPG dalam hal karakteristik nyala api, stabilitas nyala api, dan efisiensi penggunaan bahan bakar.

Pengujian kompor dilakukan terhadap parameter konsumsi bahan bakar, asupan panas, efisiensi kompor, waktu pemanasan air, konsumsi pemanasan air dan nilai kalor. Terhadap hasil uji kompor, efisiensi kompor DME masih berpotensi untuk ditingkatkan dengan optimasi pada burner dan pengaturan udara. Peningkatan efisiensi kompor dapat meningkatkan kesetaraan DME terhadap LPG, seluruh merk kompor LPG dapat dimodifikasi untuk menggunakan bahan bakar DME dengan efisiensi yang lebih baik.