web statistics BBPMGB "LEMIGAS" - Kementerian ESDM RI
Selasa, 28 - 06 - 2022 Email ESDM
Biodiesel Mendukung Program Transisi Energi
administrator   Berita   Create Time: 08-04-2022

Biodiesel Mendukung Program Transisi Energi

Biodiesel yaitu bahan bakar campuran mono-alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar mesin diesel dan terbuat dari sumber terbarukan seperti minyak sayur atau lemak hewan.

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang paling baik untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi yang ramah lingkungan. Adapun metodologi dasar yang digunakan untuk pembuatan Biodiesel ada 3 (tiga) rute yaitu:

  1. Transesterifikasi dengan katalis basa
  2. Transesterifikasi dengan katalis asam
  3. Konversi minyak nabati/lemak mejadi asam lemak dan kemudian esterifikasi

Proses transesterifikasi merupakan suatu metoda umum yang digunakan untuk mengkonversi trigliserida menjadi produk biodiesel. Proses pembuatan biodiesel terdiri dari 4 tahapan utama yaitu:

  1. Pengolahan awal (pretreatment) umpan minyak nabati atau lemak hewani untuk menghilangkan komponen-komponen yang akan mengganggu tahapan proses berikutnya.
  2. Transesterifkasi, dimana trigliserida yang sudah memenuhi syarat untuk diolah (pretreatment) direaksikan dengan metanol untuk membentuk metil ester dan gliserin. Ada dua tahapan dasar: proses reaksi yang diikuti dengan pemisahan aliran metil ester dan gliserin. Dalam semua teknologi, kedua tahapan ini dilakukan dua kali untuk mendorong transesterifikasi mendekati lebih sempurna dengan mereduksi konsentrasi gliserin pada tingkat kedua. Reaksi juga didorong untuk mendekati lebih sempurna dengan menggunakan kelebihan alkohol. Pada umumnya proses dirancang untuk suatu tingkat konversi yang tinggi, dan kemurnian metil ester (>98%), sebbaliknya kecepatan konversi lebih rendah menghasilkan tingkat pertambahan mono- dan di-gliserida, menyebabkan masalah dalam proses dengan pembentukan emulsi dan masalah pengkabutan pada suhu rendah dengan biodiesel tersebut sebagaimana senyawa tersebut mempunyai titik leleh dan viskositas lebih tinggi daripada metil ester.
  3. Pemurnian metil ester, mengeluarkan kelebihan metanol, katalis dan gliserol yang terbawa dari proses transesterifikasi. Metanol yang dikeluarkan dimasukkan kembali ke proses transesterifikasi.
  4. Pemurnian gliserin, pengeluaran metanol untuk dikembalikan ke proses transesterifikasi. Pengotor selanjutnya seperti katalis, lemak dan metil ester yang terbawa dalam gliserin dan dihilangkan untuk memproduksi suatu gliserin berkualitas tinggi sesuai dengan standard sehingga mudah dipasarkan.

Sebagai alternatif energi pengganti energi fosil, tentunya biodiesel mempunyai keunggulan dibandingkan dengan energi fosil antara lain:

  1. Mengurangi emisi karbon monoksida dan SO2
  2. Bahan baku biodiesel tidak hanya dari lemak hewan atau dari tanaman jarak pagar yang sudah dikenal, tetapi juga dapat terbuat dari limbah minyak goreng bekas yang tidak sulit didapat dan memungkinkan diproduksi dalam skala kecil menengah dan juga dapat membuka lapangan kerja baru.
  3. Aman dalam penyimpanan dan transportasi karena tidak mengandung racun.
  4. Tidak memerlukan teknologi tinggi dalam pembuatannya.
  5. Limbah dari biodiesel ini merupakan gliserin. Gliserin ini merupakan bahan dasar pembuatan sabun, kosmetik, obat dll sehingga ramah lingkungan dan mengurangi polusi. Limbahnya pun bisa menjadi berguna.

Dengan bangga BLU PPPTMGB “LEMIGAS” memiliki fasilitas Pilot Plant Biodiesel yang dapat membuat beroperasi 24 jam dengan kapasitas produksi per hari sebesar 8 – 10 ton basis bahan baku. PPPTMGB “LEMIGAS” berkemampuan membantu program transisi energi ke energi yang lebih ramah lingkungan