» Tentang Kami - CERITA SUKSES

Selasa, 01 Mei 2012 - 12:22:04 WIB
Mikroalga Sebagai Bahan Baku Biofuel
- Dibaca: 3141 kali

Mikroalga atau fitoplankton adalah tumbuhan renik yang hidup di perairan. Penggunaan mikroalga sebagai salah satu bahan baku biofuel mempunyai prospek cerah karena mikroalga mudah dibudidayakan dan dapat berproduksi lebih banyak dibanding bahan baku lainnya. Selain itu, mikroalga dalam masa pertumbuhannya dapat memanfaatkan kelebihan karbon dioksida di udara sehingga mempunyai dampak positif menurunkan efek rumah kaca akibat global  warming dan climate change.
 
Gambar-1.  Skema Pemanfaatan Mikroalga
 
Menurut Teresa M. Mata, et al., (2010), mikroalga dapat digunakan sebagai bahan dasar beberapa bahan bakar terbarukan (renewable fuels) seperti biodiesel, methan, hydrogen, ethanol dan lain-lain. Pada bidang perlindungan lingkungan, kemampuan fotosintesis yang dimiliki mikroalga dimanfaatkan dalam aplikasi fotobioreaktor untuk mengolah gas-gas buangan dari proses industri terutama yang berupa CO2 dan NOx sehingga tidak mencemari udara dan mengurangi efek rumah kaca yang merupakan faktor utama penyebab pemanasan global (Sasmita.P.G., et al., 2004). Beberapa jenis mikroalga telah diketahui memiliki kandungan minyak yang cukup bervariasi, diantaranya Botryococcus braunii 25%-75%, Chlorella sp 28%-32%, Spirulina platensis 4%-16,6%, Scenedesmus obliquus 11%-55%, Scenedesmus sp. 19,6%-21,1% (Chisti Yusuf, 2007; Teresa M. Mata et al., 2010).

 

PPPTMGB “LEMIGAS” sebagai salah satu institusi pemerintah di bawah Balitbang ESDM telah melakukan beberapa penelitian di bidang mikroalga. Kegiatan penelitian telah dilakukan  sejak tahun 2009 hingga saat ini. Pada tiap tahun kegiatan, dilakukan proses seleksi media pertumbuhan mikroalga skala laboratorium guna mendapatkan media pertumbuhan yang baik, ekonomis dan efisien. Seleksi media pertumbuhan diawali dengan identifikasi spesies mikroalga yang ingin dikembangbiakkan, lalu spesies mikroalga tersebut diinokulasi pada media agar di cawan petri maupun glass tube, selanjutnya bibit mikroalga dipindahkan ke dalam erlenmeyer. Setelah kepadatan sel mencukupi, barulah proses seleksi media pertumbuhan dapat dilakukan (Gambar-3). Kegiatan pada tahun 2009 ditunjukkan pada Gambar-2. Pada gambar tersebut, mikroalga dikultur menggunakan tabung vertikal yang terbuat dari mika dengan kapasitas 20 Liter. Hasil dari kegiatan tersebut ditemukannya spesies mikroalga yang cukup potensial, yaitu spesies Scenedesmus sp. dan media yang cukup baik dalam mengembangbiakkan mikroalga, yaitu “Sederhana 2”.
 
 Gambar-2.  Kegiatan Lemigas pada tahun 2009
 
 
Gambar-3.  Tahapan inokulasi mikroalga pada media pertumbuhan
 

 Kegiatan Penelitian Mikroalga yang dilakukan di PPPTMGB LEMIGAS - Lanjutan


JL. CILEDUG RAYA KAV.109 CIPULIR, KEBAYORAN LAMA, JAKARTA SELATAN 12230 - INDONESIA | P.O. BOX 1089/JKT
PHONE. +62 21 7228814, +62 21 7394422 Ext. 1222, 1223 | FAX. +62 21 7228614, 7246150
KONTAK BISNIS:
Program Riset Teknologi Eksplorasi: (021) 7222853 | Program Riset Teknologi Eksploitasi: (021) 7222978 | Program Riset Teknologi Proses: (021) 7245895
Program Riset Teknologi Produksi Aplikasi: (021) 7398278 | Program Riset Teknologi Gas: (021) 7220716
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi